Mengasihi jiwa-jiwa & membawa mereka untuk melakukan:
UP
Mengenal & memiliki hubungan dengan Bapa melalui Kristus.
IN
Melengkapi orang-orang percaya dalam:
1. Family Discipleship (FD/Pembinaan Iman)
2. Family Fellowship (F2/Komunitas Kecil)
3. Family Celebration (FC/Ibadah Raya)
OUT
Mengasihi jiwa-jiwa dengan memperkenalkan Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat
“Menjadi tempat pelayanan yang fokus kepada Kesatuan Tubuh Kristus melalui pembangunan komunitas seutuhnya dan berdampak.”
Nilai-nilai kehidupan bersama sangat penting dimiliki dalam kehidupan berjemaat sehingga dapat memberikan arah gerak dan tindakan setiap orang di dalam jemaat untuk bertingkah laku di dalam hidup bersama, terhadap orang lain dan komunitas disekitarnya.
Nilai-Nilai dasar Kerajaan Allah seperti Kasih, Kesatuan, Kehambaan, Keperdulian, Kebenaran, Kekudusan dan Keimaman setiap orang percaya (7K) mendapat penekanan ditambah dengan nilai yang dibentuk dari kata OIKOS yang menjadi ciri khusus jemaat ini.
OIKOS VALUES:
Optimists
Is the feeling of being hopeful about the future…
Sikap penuh kenyakinan menghadapi masa depan di dalam kehidupan dan pelayanan bersama Kristus.
Innovative
Something innovative is new and original
Pelayanan yang penuh kreatifitas dan aktifitas dalam memberitakan Injil keselamatan.
Kinship
If you feel kinship with someone, you feel close to them as a family, because you have a similar feelings or idea.
Kehidupan yang penuh dengan kasih persaudaraan dalam hidup saling memberkati dan saling menjaga.
Optimum
Means the best possible thing that you can do.
Kehidupan yang maksimal mendayagunakan semua titipan Tuhan di dalam kehidupan ini, bagi kemuliaan nama Tuhan Yesus Kristus.
Stewardship
A person who manages another’s property or financial affairs; one who administers anything as the agent of another or others.
Semua yang kita miliki adalah titipan Tuhan yang harus gunakan dengan tanggung jawab dan dibagikan menurut kehendak yang punya yaitu Tuhan Yesus Kristus.
Strategi adalah pendekatan yang akan digunakan untuk mencapai visi dan misi, selanjutnya strategi akan diikuti oleh goal dan rencana kerja dari setiap strategi yang digunakan. Strategi yang akan diusahakan ialah menyentuh tiga aspek.
Heart
Memiliki HATI yang tergerak oleh belas kasihan, karena memiliki hati Tuhan (Matius 9:36) untuk menjalankan visi, misi dan nilai-nilai bersama.
Head
Memiliki PIKIRAN orang benar untuk menyiapkan umat Tuhan yang layak (Lukas 1:17) melakukan visi, misi dan nilai-nilai bersama.
Hand
Memiliki TANGAN yang terulur dan siap menjadi berkat (Matius 8:3) melakukan visi,misi dan nilai-nilai bersama.
Struktur ini dibuat berdasarkan, Efesus 2:10 “Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.”
Tiga Jenis/macam kepemimpinan
1. People Oriented.—“kita ini buatan Allah” = Shepherding leaders, fokus mengembalakan jiwa-jiwa yang adalah milik Tuhan.
2. Task Oriented.—“diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan perkejaan BAIK” = Administrative leaders, fokus kepada pekerjaan dan untuk menjadi lebih baik.
3. Goals Oriented.—“yang dipersiapkan Allah sebelumnya” = Visionary leaders, fokus goal ke depan.
Administrative leaders = Task Oriented
BOARD OF MANAGEMENT
Ketua
Wakil Ketua
Sekretaris
Bendahara
Visionary Leaders
DANIEL ONG
BOARD OF ELDERS
Shepherding leaders = People Oriented
BOARD OF MINISTRY
Ketua Executive Minister
Anggota: Diaken + Ketua Departement
“Whatever you do, work at it with all your heart, as working for the Lord, not for men.. It is the Lord Christ you are serving.” Colossians 3:23-24
Christ Centered Leadership (Kepemimpinan yang berpusatkan Kristus)
Pemimpin rohani harus kehidupan sehari-harinya dengan berpusatkan Kristus. Mencontoh dan meneladani kepemimpinan Kristus, serta melihat dirinya sebagai pemimpin yang dibawah kepemimpinan Kristus sebagai Gembala Agung (I Petrus 2:25). Dalam memimpin menjadi kawan sekerja Kristus dengan memiliki hubungan erat dengan Kristus.
Love-motivated Leadership (Kepemimpinan yang di dorong oleh kasih)
Pemimpin rohani harus memimpin yang dimotivasi oleh kasih. Kasih Kristus harus menguasai setiap kehidupan pemimpin, karena memimpin dengan kasih artinya dia memimpin dengan sabar; murah hati; tidak cemburu, tidak memegahkan diri, tidak sombong, tidak melakukan yang tidak sopan, tidak mencari keuntungan diri sendiri, tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain (I Korintus 13:4-6). Pemimpin yang diotivasi oleh kasih akan membangun suasana jemaat penuh kasih yang sangat diperlukan bagi pertumbuhan suatu jemaat.
Accountable Leadership (Kepemimpinan yang bertanggung jawab)
Accountability bertujuan melindungi pemimpin dari kejatuhan dan serangan iblis, setidaknya pemimpin memiliki tanggung jawab kepada Tuhan dengan apa yang dilakukan, berikutnya kepada team sesama pemimpin dan terakhir kepada anggota Tubuh Kristus yang dipimpinnya (Roma 12:5). Oleh karenanya setiap pemimpin harus mempertanggungjawabkan dengan segala keputusan dan perbuatan.
Leadership is Servanthood
Tuhan Yesus berkata dalam Matius 20:27 “...dan barangsiapa ingin menjadi terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hambamu.” Ini artinya, sebagai pemimpin yang memimipin tidak untuk kepentingan pribadi, kekuasaan ataupun prestise (I Petrus 5:1-4) Melainkan memimpin sebagai hamba Kristus, yang dipercayakan dengan karunia-karunia untuk memimpin GerejaNya (I Korintus 4:1-2 ; I Petrus 4:10-11). Sebagai hamba, berusaha untuk melakukan kehendakNya dan menyenangkanNya. Dengan demikian ia menempatkan dan melihat dirinya sebagai hamba yang berfungsi fasilitator atau equippers melayani jemaat untuk bekerja sama memfungsikan seluruh Tubuh Kristus untuk mencapai menyelesaikan kehendak Tuhan (efesus 4:11-13).
Leadership is Shared Power.
Di dalam dunia bisnis dan politik semua haus akan kekuasaan dan bagaimana menguasai. Tetapi di dalam kepemimpinan rohani pemimpin adalah hamba yang melayani untuk kepentingan orang lain, bukan pribadi dan kelompok atau golongan. Kepemimpinan rohani harus berdasarkan team, dan setiap bagian mendapat tempatnya masing-masing dan saling menghormati dan bergantung satu dengan lainnya (Roma 12:4-8). Kepemimpinan yang membagi dan saling bergantung adalah sangat Alkitabiah dimana keputusan tidak diambil secara otoriter melainkan bersama secara musyawarah kekeluargaan dan mengambil keputusan yang terbaik dengan pimipinan Roh Kudus. Serta menjauhkan kepentingan pribadi,kelompok atau golongan, serta menjaga kesatuan.
"Did you ever run for shelter in a storm, and find fruit which you expected not? Did you never go to God for safeguard, driven by outward storms, and there find unexpected fruit? - John Owen"
GO NETWORK | Global | Australia | Singapore | Beijing | Jakarta | Living Grace Foundation | YCare Indonesia | © 2008-2009 Place of Blessing Perth. All rights reserved.